Syariah atau Konvensional? Kenali Bedanya Sebelum Pilih Sistem Akuntansi
Dalam dunia akuntansi, dikenal dua sistem yang cukup sering digunakan, yaitu akuntansi syariah dan akuntansi konvensional. Sekilas keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni mencatat, mengelola, dan melaporkan keuangan suatu entitas. Namun, secara prinsip dan pendekatan, terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Pemahaman terhadap perbedaan ini penting agar dapat memilih sistem akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang dianut.
Aspek | Akuntansi Konvensional | Akuntansi Syariah |
Dasar sistem | Prinsip ekonomi modern | Prinsip-prinsip Islam yang menekankan moral, etika, dan spiritual |
Tujuan utama | Menyajikan informasi keuangan untuk keuntungan, efisiensi, dan kestabilan | Tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran sesuai hukum syariah |
Pemangku kepentingan | Investor, kreditur, manajemen | Semua pihak terkait dengan pertimbangan nilai-nilai syariah |
Standar yang digunakan | IFRS (secara global), PSAK (di Indonesia) | Standar syariah dan hukum Islam |
Pandangan terhadap bunga | Bunga dianggap wajar dalam aktivitas keuangan seperti pinjaman atau simpanan | Bunga dilarang karena dianggap bertentangan dengan prinsip Islam |
Konsep transaksi | Fokus pada pengembalian dan bunga | Menggunakan konsep bagi hasil, jual beli, atau sewa |
Laporan keuangan tambahan | Tidak ada laporan khusus tambahan | Ada laporan seperti: penggunaan dana zakat, pinjaman kebajikan, dan kepatuhan syariah |
Nilai tambahan | Fokus pada efisiensi dan keuntungan finansial | Transparansi dan tanggung jawab sosial melalui prinsip syariah |
Pemilihan antara akuntansi syariah dan konvensional bukan hanya bergantung pada jenis usaha, tetapi juga pada prinsip dan orientasi nilai yang ingin dijalankan. Apabila orientasi usaha tidak semata-mata untuk mengejar profit, tetapi juga memperhatikan keberkahan, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai religius, maka akuntansi syariah dapat menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu, untuk kebutuhan umum yang mengedepankan efisiensi dan standarisasi global, sistem konvensional tetap menjadi acuan utama.
Memahami perbedaan mendasar antara keduanya menjadi langkah awal dalam menentukan sistem akuntansi yang paling sesuai. Sebab, akuntansi tidak hanya menunjukkan perhitungan, tetapi juga nilai dan arah suatu usaha dijalankan.